MENGENAL DUNIA INVESTASI
Berbicara tentang investasi adalah hal yang sangat menarik dan berbagai instrumen untuk kita berinvestasi dan pasitya tujuan kita berinvestasi adalah melipat gandakan uang kita dalam jangka panjang.
Berinvestasi ada berbagai cara seperti di property,sektor rill,sham,gold dan di pasar modal.dan saat ini saya mau berbicara investasi di pasar modal/valas. kenapa karena investasi di pasar modal adalah bukan cara cepat menjadi kaya tetapi cara pasti menjadi kaya.
Kenapa saya bilang seperti itu karena jika kita udah mengenal dunia investasi apa lagi di pasar modal gak ada kata sulit mencari profit/hasil. jika kita udah tau cara ya dan puya pengalaman di bidan investasi pasar moda.bisa di buka www.belajarforex.com. Dan kita juga harus mengenal higt return hight risk tetapi buat saya hight tidak harus hight risk knapa demikian sebagi gambran kita mengdarai sebuah mobil tetapi driver ya baru aja belajar menyetirr mobil otomatis itu sangat berbahaya tetapi jika kita sudah tau cara mengendarai mobil dan tau cara baca rambu lalulintas puya pengalaman dalam mengemudi pasti meskipun ada resiko tetapi itu tidak jadi masalah karena sudah tau kondisi dan rrsiko itu buat di minimalisir bahkan selamat sampai tujuan.
Ini gambaran sebagai managemnt risk jika masuk di pasar modal
MANAGEMENT MODAL ( MONEY MANAGEMENT )
Jika
Forex sebuah bisnis, maka money management merupakan factor yang
menentukan apakah bisnis yang akan anda jalani adalah bisnis kelas
“warung” atau bisnis “professional” yang juga dijalankan oleh seorang
professional. Jangan bertrading forex dengan model pemilik warung
kelontong, tapi jalankan dengan model sebuah supermarket. Dan factor
penentu hal ini dalam forex adalah apa yang disebut dengan money
management ini. Tanpa money management, mungkin anda akan mendapatkan
keuntungan dalam jangka pendek, namun tidak dalam jangka panjang.
Money management dalam forex kurang lebih
adalah sekumpulan rule yang terintegrasi dalam sebuah trading system
mengenai bagaimana anda mengontrol keuangan anda selama bertrading.
Tentu saja hal ini mutlak anda miliki. Praktisnya, money management
menyangkut hal-hal berikut ini.
- Initial Margin dan Margin Added (bila ada)
- Besar resiko pertransaksi yang tersedia anda tanggung.
- Maximum Drawdown.
- Risk to Reward Ratio
1. Initial Margin & Margin Added
Initial Margin adalah modal awal yang
hendak anda setorkan pada pialang atau broker untuk bertrading,
sedangkan margin added adalah modal tambahan yang mungkin anda tambahkan
untuk anda bertrading/mempertahankan posisi yang terfloating bila ada
di kemudian hari. Dengan dana yang cukup, anda memiliki sedikit
kebebasan untuk melakukan maneuver-manuver dalam trading anda dan
mengurangi beban psikologis karena terbatasnya modal.
Perihal margin added, beberapa orang lebih
menyukai untuk menyetorkan initial margin mereka dengan jumlah
secukupnya dengan alasan bahwa jika di kemudian hari account mereka
terancam margin call maka mereka dapat menambahkan dana (injection)
guna menahannya. Ya boleh-boleh saja. Hanya dalam hal ini beberapa
factor yang perlu anda perhatikan.
Waktu antara penyetoran hingga dana efektif
masuk ke account anda biasanya 1 hingga 2 hari. Pertimbangkan dengan
masak jangan sampai margin call terjadi dalam 2 hari ke depan. Jadi,
lakukan injection jauh-jauh hari untuk amannya.
Bagi yang gemar injection, anda harus tahu
sampai batas mana anda hendak berhenti melakukan injection. Ini untuk
mencegah terjadinya kerugian yang tak terkendali. Pertimbangkan juga
biaya transfer antarbank luar negeri yang besarnya kadang bisa mencapai
30 dollar. Ya lumayanlah biayanya.
Apakah setidaknya kemungkinan profit dapat tercapai apabila anda melakukan injection?
2. Besarnya Resiko per Trade yang bersedia anda tanggung
Resiko pertrade artinya apabila sekali anda
membuka posisi, berapa besar batasan loss yang mau anda tanggung jika
seandainya posisi kita berlawanan dengan market? Kelak hal ini akan
berkaitan dengan bagaimana anda membangun sebuah trading system.
Kendala yang dihadapi pemula adalah seringkali tidak bersedia
mengatakan bahwa kita keliru dan menutup posisi kita yang loss (cut
loss). Maksud dari poin ini adalah stop loss itu penting. Dan itu
merupakan bagian dari money management. Tanpa itu, maka trading kita
seperti sebuah kendaraan tanpa rem.
3. Maximum Drawdown
Yang dimaksud dengan maximum maximum
drawdown adalah berapa besarnya loss berturut-turut yang mungkin
terjadi dalam trading anda. Mari kita mulai dengan sebuah perumpamaan:
katakanlah kita memiliki sebuah trading system yang mampu memberikan
akurasi profit 70% dalam tiap bulannya. Artinya yang kita miliki adalah
70% dan sisanya 30% lainnya adalah loss. Atau dalam 100 kali transaksi
maka 70 kali posisi yang kita buka adalah untung dan 30 lainnya rugi.
Lumayan bagus bukan?
Tetapi itu saja tidak cukup. Money
management menentukan di sini. Bagaimana apabila kita mengalami loss
yang 30 kali itu secara berturut-turut? Jadi, dari trade pertama hingga
trade ke-30 kita mengalami loss da barulah trade ke-31 hingga ke-100
profit kita peroleh. Nah, masalahnya apakah dana yang tersisa setelah
trade ke-30 masih mencukupi untuk bertransaksi di trade ke-31 dan
seterusnya? Inilah yang dimaksud dengan drawdown. Berapa besarnya
drawdown maksimun yang mungkin terjadi? Jadi, bagaimana solusinya?
Solusinya ada beberapa cara, yaitu:
Solusi 1 : Memperbaiki system trading anda sehingga tidak lagi menjadi 70:30, misalnya menjadi 90:10.
Kelihatannya memang sangat baik bukan? Tapi
ini jelas tidak mudah. Memiliki system yang mampu memprediksi 90%
pergerakan harga dengan akurat tentu membutuhkan waktu yang tidak
singkat kalau tidak mau kita katakana bertahun-tahun. Ya ini memang
solusi teoritis terbaiknya namun secara realistis ini sulit.
Solusi 2 : Memperbesar modal.
Hal ini masih lebih mungkin dibandingkan
dengan solusi pertama tadi. Dengan memperbesar modal maka kita memiliki
buffer yang lebih besar untuk menahan loss agregat tadi. Tentu saja
jumlah lot yang terbuka harus tetap dan tidak boleh bertambah dalam
tiap kali transaksi. Namun kendala di sini adalah apabila dana yang
kita miliki terbatas. Dalam keadaan ini kita harus kembali ke solusi
pertama atau solusi ketiga di bawah ini.
Solusi 3 : Memperkecil loss per transaksi
Nah, ini solusi sederhana dan rasanya lebih
dapat diterima. Maksudnya apabila tadinya kita menggunakan katakanlah
10% dari dana kita untuk bertransaksi, yaitu untuk menentukan besarnya
Stop Loss maka kita perlu menguranginya menjadi misalnya 5%. Begini
maksudnya, apabila anda menggunakan 10% dengan modal 1000 itu artinya
Stop Loss anda besarnya 100 poin (1000 x 10% = 100) sedangkan apabila
menggunakan 5%, maka Stop Loss anda besarnya 50 poin.
Mari kita lihat contoh kasus berikut ini.
katakanlah kita menggunakan modal sebesar $1000 dan hanya membuka
posisi sebanyak 1 lot setiap transaksinya. Mari kita lihat bagaimana
perbandingannya apabila kita mengalami drawdown sebanyak 30 kali.?
Perhatikan bahwa pada drawdown ke 30, dana
yang tersisa dengan menggunakan 10% dari total modal, maka tersisa
hanya sebesar 47$. Sedangkan dengan menggunakan 5% tersisa 226$.
Berbeda lima kali lipat! Dengan sisa dana $47, apa yang bisa kita
lakukan? Bahkan untuk membeli AUDUSD sebanyak 1 lot pun tidak bisa.
Hanya injection yang bisa. Tapi, kabar baiknya anda masih bisa trading
di broker yang kita rekomendasikan.
Dengan demikian maka kesimpulannya semakin
kecil persentase modal yang digunakan semakin aman trading kita
jadinya. Namun tentu saja ada kendala-kendala yang perlu anda lalui
untuk dapat mencapai persentase kecil seperti itu. Diantaranya
sanggupkah anda bertrading dengan Stop Loss yang lebih sempit dari
biasanya? Nah, ini perlu dipertimbangkan lagi. Lalu berapa persentase
terbaik?
Beberapa trader professional mengatakan
besaran terbaik adalah di bawah 2%! Jadi, 5% masih terlalu besas
sesunggunya. Dengan 2% apabila anda memiliki modal sebesar $1000, maka
Stop Loss anda bergeser menjadi 20 poin saja. Sangat kecil bagi seorang
swing trader. Tapi itu, adalah persentase yang benar. Artinya bila
anda hendak bermain swing maka gunakan dana yang lebih besar. Ingat,
modal tidak bisa dibohongi.
4. Risk to Reward Ratio
Risk to reward ratio merupakan perbandingan
antara resiko yang anda ambil dengan keuntungan yang diperoleh setiap
kali membuka posisi. Dalam prakteknya nanti ini akan diterjemahkan
berapa point besar Stop Loss dan Limit yang anda gunakan setiap kali
posisi diambil. Para trader pemula acap kali menentukan besarnya limit
mereka, namun sama sekali tidak menggunakan Stop Loss. Alasannya kalau
menggunakan Stop Loss dan targer profit, lebih seringnya Stop Loss-nya
yang tersentuh sehingga sering rugi. Jadi, akhirnya kebanyakan pemula
bertrading dengan menggunakan target profit namun melupakan Stop Loss
mereka.
Namun, dari sisi risk to reward ratio, hal
ini benar-benar membahayakan sang trader sendiri. Katakanlah target
profit yang diambilnya adalah sebanyak 30 poin. Dengan tidak memasang
Stop Loss maka perbandingan keuntungan dan resiko menjadi 30: ~ alias
30 berbanding tak terhingga. Ini dikarenakan apabila resiko benar-benar
terealisasi maka itu artinya seluruh dana anda habis dikarenakan
batasan resiko itu sendiri adalah margin call.
Dengan demikian adalah penting untuk
mengatur Risk to Reward Ratio anda dengan benar. Jadi, lupakan
bertrading tanpa adanya Stop Loss! Jika dalam trading anda Stop Loss
anda acap kali tersentuh, maka mungkin memang anda perlu mengatur ulang
system trading dan penentuan Stop Loss serta limit anda. Intinya,
jangan salahkan keberadaan Stop Loss apabila posisi anda terlikuidasi
karenanya. Keberadaan Stop Loss disini adalah untuk membatasi kerugian
anda dan bukan untuk membangkrutkan anda.
ANALISA FUNDAMENTAL
A. Definisi Analisa Fundamental
Kata kunci dari analisa ini ada pada dua kata, yaitu demand dan supply.
Pada dasarnya pelaku pasar adalah manusia. Dengan mengukur lebih
banyak mereka yang melakukan aksi beli (demand) atau sebaliknya aksi
jual (supply), maka kita kita dapat mengetahui kemana harga akan
bergerak. Pendeknya bila demand bertambah sementara supply tetap maka
seperti layaknya harga akan segera merangkak naik. Demikian juga
sebaliknya ketika supply (penawaran) yang bertambah tetapi demand tetap
maka harga akan mulai turun dikarenakan barang banyak beredar di
pasaran. Dua hal inilah yang coba diketahui oleh analisa fundamental.
Nah berhubungan dengan semua itu dilakukan oleh para pelaku pasar maka
seperti layaknya psikologi massa, hal itupun berlaku dalam dunia forex.
Ketika muncul berita-berita ekonomi misalnya yang melaporkan bahwa
mata uang negara cenderung akan melemah maka analisa fundamental
bertugas untuk menganalisa berita yang akan akan muncul lalu jikalau
berita tersebut muncul bagaimana kaitannya dengan reaksi pasar.
Kadangkala dikarenakan pasar juga seringkali digerakkan oleh emosi
sesaat, tanpa berita ekonomi apapun seringkali terjadi aksi kenaikan
atau penurunan harga mata uang. Biasanya ini disebabkan oleh pergeseran
demand supply karena adanya pihak-pihak tertentu yang melakukan aksi
pembelian atau penjualan dalam jumlah besar.
B. Jenis-Jenis Berita Fundamental
Dalam analisa fundamental sarana yang berperan adalah berita. Sebagian
besar berita fundamental yang berperan dalam menentukan naik turunnya
nilai mata uang adalah berita ekonomi. Informasi-informasi seperti
tingkat pengangguran, index kepercayaan konsumen dan produsen atau
berita-berita sejenis lainnya menentukan apakah sebuah mata uang akan
menguat atau justru melemah terhadap pasangan mata uang lainnya.
Sebagian besar berita tersebut bermuara pada naik turunnya inflasi
dalam sebuah negara. Dalam keadaan dimana inflasi mulai berjalan kea
rah naik maka biasanya bank sentral akan menaikkan tingkat suku bunga.
Kenaikan suku bunga dalam sebuah negara biasanya akan diikuti kenaikan
sementara (namun besar) pada mata uangnya. Secara logika hal ini bisa
disebabkan karena sector perbankan juga turut menaikkan suku bunganya
termasuk suku bunga tabungan dan deposito. Hal ini memicu semakin
banyaknya dana yang dihimpun di bank sehingga uang yang beredar di
pasaran akan berkurang. Sesuai hukum demand supply ketika supply
berkurang maka harga barang pun akan meningkat. Bahkan jikalau
bank-bank di negara yang bersangkutan pun tidak ikut menyesuaikan
dengan tingkat suku bunga yang ada psikologi dan pandangan para trader
tetaplah demikian. Akibatnya mereka pun segera melakukan aksi buy yang
akan menyebabkan demand bertambah. Hal ini menjadi semacam
self-prophecy (penggenapan terhadap apa yang diyakinkan oleh dirinya
sendiri) akan apa yang market percayai.
Dalam trading forex, naik turunnya suku bunga merupakan keputusan akhir
dimana sebelumnya di awali oleh data-data infasi di itngkat konsumen
dan produsen. Berita-berita ini pun sudah akan lebih dulu mempengaruhi
pergerakan mata uang sehingga adnda tidak boleh mengganggap hanya
berita kenaikan suku bungalah yang penting.
Ada puluhan berita fundamental yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar
ke depannya. Ada berita fundamental yang penting untuk diperhatikan
ada juga berita fundamental yang tidak perlu sama sekali dikarenakan
berbagai factor. Dalam hal ini memang adalah penting untuk meilah-milah
berita fundamental yang penting dan tidak penting. Itu akan kita
pelajari pada bahasan selanjutnya yang berjudul “menyaring berita
fundamental”.
C. Variabel Ekonomi yang Signifikan
1. Gross Domestic Bruto
Mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu
negara tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan
barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari empat komponen utama, yaitu
tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan
total bersih ekspor.
Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan
dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam tiga rilis, yaitu
advanced – rilis pertama, preliminary – revisi pertama, dan final –
revisi kedua. Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan
bagi market.
2. Tingkat Inflasi Suku Bunga
Pada dasarnya orang melakukan investasi adalah mengharapkan timbal
balik hasil yang besar. Oleh karena itulah tingkat suku bunga bank
sentral akan mempengaruhi ketertarikan investor terhadap produk
investasi.
3. Tingkat Pengangguran
Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan
namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum
dikenal (karena simple dan berhubungan dengan politik), unemployment
rata relative kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat
(seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren
perekonomian.
4. Neraca Berjalan dan Neraca Dagang
Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang
dan jasa suatu negara. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor
melebihi impor) dan angka negative menunjukkan deficit (impor melebihi
ekspor).
Curret Account adalah jumlah dari Trade Balance ditambah dengan pendapatan bersih dari luar negeri.
Trade balance atau current account dapat dipandang dari dua sisi, yaitu
sebagai selisih ekspor dan impor, maupun sebagai kurang lebih selisih
dari tingkat tabungan nasional dan tingkat investasi nasional. Jeleknya
data ini secara umum diartikan sebagai berkurangnya tingkat persaingan
negara tersebut. Namun, jeleknya data ini juga dapat diartikan sebagai
kuatnya perekonomian, jika jeleknya data tersebut dikarenakan tingkat
investasi nasional tumbuh lebih pesat daripada tingkat tabungannya.
D. Indicator Ekonomi AS paling sensitive sebagai penggerak harga
Meski kebanyakan pelaku pasar valuta asing bertransaksi menggunakan
analisa teknikal, namun diperkirakan ada sekitar 25% dari para dealer
yang melakukan transaksi berdasarkan analisa fundamental sementara yang
murni menggunakan analisa teknikal sekitar 30%. Dari apa yang kami
pelajari beberapa tahun ini, analisa fundamental kian meningkatkan
peranannya sebagai penggerak harga utama dan harga berdasarkan analisa
kami kebanyakan gerakan signifikan dollar (semisal terhadap euro)
terjadi pada 20 menit pertama suatu data fundamental dirilis.
Secara relative efek yang ditimbulkan dari tiap data juga mengalami
perubahan. Di tahun 1992, neraca dagang (trade balance) AS merupakan
penggerak harga (market mover) nomor satu sementara data
ketenagakerjaan non pertanian (nonfarm payroll dan data pengangguran)
menduduki urutan ketiga. Di tahun 2004, kedua indicator ini bertukar
tempat dimana data payroll memainkan peranan utama sebagai penggerak
harga untuk dollar dan data trade balance turun di peringkat ketiga.
Dari peristiwa ini diketahui bahwa harga pasar mengalihkan fokusnya
pada data sector ekonomi yang berbeda sesuai dengan isu yang tengah
terjadi –sebagai contoh data neraca dagang dipandang sangat penting
ketika perekonomian suatu negara tengah berada dalam status defisit.
Hal yang sama terjadi di saat perekonomian dianggap lemah dalam hal
penciptaan lapangan pekerjaan maka data payroll serta pengangguran
dianggap sangat penting untuk diketahui.
Berdasarkan riset dilakukan oleh National Bureau of Economic Research
(NBER) pada tahun 1999, peringkat sensitifitas dari data ekonomi AS
diurutkan sebagai berikut.
Tahun 1997
1. Unemployment rate dan nonfarm payroll (tingkat pengangguran dan penciptaan lapangan kerja)
2. Isu suku bunga
3. Inflasi
4. Trade Balance (neraca dagang)
5. GDP (Pendapatan Domestik Bruto)
Tahun 1992
1. Trade Balance (neraca dagang)
2. Isu suku bunga
3. Unemployment rate dan nonfarm payroll (tengkat pengangguran dan penciptaan lapangan kerja)
4. Inflasi
5. GDP (Pendapatan Domestik Bruto)
Di peringkat berdasarkan reaksi tercepat ketika dirilis
Sebagaimana yang terlihat pada table di bawah ini, data nonfarm payroll
merupakan penggerak harga paling signifikan yang mampu menggerakkan
harga rata-rata 124 pip dalam 20 menit pertama setelah data itu dirilis
dan memperlebar range sebesar 192 pip dalam perdagangan hari itu. Isu
seputar suku bunga menduduki peringkat kedua. Sementara data seperti
aliran modal masuk internasional dari Depkeu AS biasanya memberi bias 33
pip dalam 20 menit pertama dan mampu memperlebar kisaran hari itu
hingga 132 pip?
ANALISA TEKNIKAL
A. Pengertian Analisa Teknikal
Analisa teknikal adalah salah satu
analisa untuk mengevaluasi pergerakan suatu harga. Pergerakan harga
yang terjadi pada periode yang lalu menjadi dasar analisa pergerakan
harga di periode yang akan datang. Ada tiga prinsip dasar di dalam
mempelajari analisa teknikal.
Pergerakan harga yang telah terjadi
merupakan gambaran kejadian secara keseluruhan. Kejadian yang telah
terjadi yang mampu menggerakan pasar tersebut dikarenakan adanya factor
ekonomi, fundamental politik termasuk kejadian-kejadian yang tidak
bisa diprediksi sebelumnya.
Analisa teknikal juga menggambarkan
factor psikologis para pelaku pasar, sehingga kecenderungan harga yang
terbentuk dari factor tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk
memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang. Untuk
menggambarkan pergerakan trend harga, pola harga, kita menggunakan
chart sebagai alatnya.
Beberapa jenis chart yang sering dipergunakan untuk analisa adalah:
TIPE-TIPE CHART :
A. Line Chart
Line chart merupakan jenis chart yang paling sederhana.?
B. Bar Charts
Bar chart dapat digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga dalam dua cara:
H L C (High, Low, Close)
O H L C (Open, High, Low, Close)
PENTING :
Open merupakan harga pembukaan pada saat
pasar dibuka pertama kali. Harga pembukaan merupakan acuan untuk
pergerakan harga berikutnya. Setelah penutupan harga pada periode
sebelumnya. Harga pembukaan didasarkan atas besarnya penawaran dan
permintaan di pasar yang terjadi pada saat ini. Harga pembukaan ini
menjadi acuan kemana arah pergerakan harga saat ini.
C. ndle ChartCa
Candle stik mempunyai metode yang sama dengan Bar Chart, penggambaran pergerakan harga didasarkan atas HLC (High, Low, Close)
Price moving in trend:
Harga akan selalu bergerak mengikuti arah trend. Di dalam analisa teknikal ada tiga TREND dasar yaitu:
a. Up Trend (Bullish)
Up trend merupakan trend naik, dimana harga tertinggi yang baru cenderung lebih tinggi dari harga terendah sebelumnya.
b. Sideways (Konsolidasi)
Sideways merupakan harga yang mempunyai
kecenderungan bergerak dalam satu range band/hanya bergelombang tanpa
trend naik ataupun turun. Biasanya harga ini dikenal sebagai arah wait
dan see. Artinya harga yang akan menunggu terjadi harga
reversal/pembalikan ataupun kontinuitas harga.
c. Down Trend (Bearish)
Down trend merupakan kebalikan dari up
trend, dimana harga cenderung membentuk harga terendah yang baru dari
harga tertinggi pada periode sebelumnya
CATATAN PENTING :
GUNAKAN CANDLE CHART untuk memudahkan
anda membaca pergerakan harga, LIHATLAH dalam layar monitor, apakah yang
sedang terjadi, bila pergerakan harga sedang TREND ( naik / turun ),
maka anda dapat melakukan order ( BUY / SELL ), namun bila sedang
terjadi SIDEWAYS ( bergelombang ) sebaiknya anda menunggu trend yang
akan terjadi terlebih dahulu…
MEMBACA KECENDERUNGAN HARGA ( akan naik atau turun )
Didalam menganalisa pergerakan harga, ada beberapa hal yang harus dipahami yang merupakan dasar dari analisa teknikal.
Secara umum pola harga mengikuti dua bentuk dasar, yaitu:
a. Pola Consolidation ( Melanjutkan trend / berkelanjutan )
Bentuk pola Continuation biasanya terbentuk
saat gerakan harga mengalami kejenuhan/koreksi harga dalam Trend.,
SEHINGGA arah pergerakan harga akan melanjutkan pergerakan harga
semula.
b. Pola Reversal ( Pembalikan Arah )
Bentuk pola yang biasanya akan mengarah
pada pembalikan harga dari harga yang terjadi sebelumnya, Jika
pergerakan harga semula turun, akan berbalik arah menjadi naik, begitu
juga sebaliknya.
PERHATIKAN :
Kapan akan terjadi CONSOLIDATION dan kapan terjadi RESERVAL.
A. POLA KONSOLIDASI / BERKELANJUTAN :
1. TREND LINES
Hampir semua jenis grafik bertujuan untuk
mencari kecenderungan harga pasar dalam periode tertentu. Berdasarkan
periode waktu, Trend dapat dibedakan menjadi tiga macam:
a) Jangka Panjang (MAJOR TREND)
Yang merupakan Trend Major ( jangka panjang ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: Monthly ( MN )
Biasa digunakan bagi mereka yang trading Bulanan/tahunan.
b) Jangka Menengah (MEDIUM TREND)
Yang merupakan Trend Medium ( jangka
Menengah ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan:
Weekly ( W1 ),Daily ( D1 ),
Biasa digunakan bagi mereka yang trading Mingguan
c) Jangka Pendek (MINOR TREND)
Yang merupakan Trend Minor ( jangka pendek )
pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: 4 jam, 1
jam, 30 menit, 15 menit, 5 menit, 1 menit.
Biasa digunakan bagi mereka yang trading Harian.
Caranya :
Anda dapat mencobanya dengan KLIK : M1, M5, M15, M30, H1, H4, D1, W1 dan MN di toolbar layar Metatrader.
ANALISA:
Saat terjadi TREND ( naik / turun ) inilah saat yang tepat untuk melakukan order BUY / SELL
2. SUPPORT DAN RESSISTANCE LEVEL
Teknik yang paling sering terdengar dalam
analisa teknikal adalah Support dan Ressistance level. Harga ini
merupakan analogi dari kesepakatan harga antara pembeli dan penjual,
atau dengan kata lain adanya permintaan dan penawaran. Support
merupakan tingkat harga dimana terdapat permintaan yang cukup untuk
menahan penurunan harga yang lebih rendah. Di level ini para pembeli
lebih tinggi dari pada penjual. Sedangkan Ressistance merupakan tingkat
harga dimana penawaran yang cukup untuk menahan pergerakan peningkatan
harga yang lebih tinggi. Pada level ini penjual lebih tinggi dari pada
pembeli, sehingga terjadinya peningkatan harga yang lebih tinggi dari
harga sebelumnya tidak akan terjadi.
Caranya ; Buatlah garis-garis horizontal
sperti diatas ( klik: Garis Hirizontal di Tool Bar ), arahkan pada
layar, lihat pergerakan harga sebelumnya, dan letakkan (klik) pada
titik support (titik dimana saatnya order BUY) dan pada titik
ressistance (titik dimana saatnya order SELL)
Perhatikan Gambar Berikut :
ANALISA :
Anda order BUY pada titik SUPPORT.
Anda order SELL pada titik RESISSTANCE
3. RETRACEMENT
Retracement/ koreksi selalu terjadi dalam
pergerakan harga. Di forex trading, harga hanya bergerak naik atan
turun. Artinya bila harga telah over ( menembus titik ter-atas atau ter
bawah ) maka pasti akan terjadi KOREKSI dan harga dapat berbalik arah.
Retracement seringkali merupakan jarak antara harga tertinggi dengan
harga terendah dalam posisi konsolidasi. Nilai konstanta Retracement
adalah: 74,6 %, 61,8%, 50 %, 38,2%, 23,6%.
Caranya :
Gunakan Fibo ( Fibonanci ) di Tool Bar
layar atas, klik : Fibo, arahkan dari titik tertinggi grafik, ke titik
terendah grafik ( pergerakan harga).
ANALISA :
Bila Harga yang bergerak sekarang, masih
berada di bawah 50 %, maka kecenderungan masih akan terjadi penurunan,
sehingga anda order SELL. Bila harga yang bergerak masih berada diatas
50% kecenderungan harga masih akan naik, maka order BUY.
Garis 50% disebut PIVOT ( PV )
4. PATTERN
Pattern merupakan gambaran atau pola dari
bentukan harga di masa lalu. Berdasarkan asumsi bahwa berbagai
peristiwa mengikuti pola kejadian masa lalu.
1) Pola Segitiga (Triangle)
2) Pola Bendera
3) Berlian (Diamond)
Bentuk pola Consolidation lebih sering
terjadi dibandingkan dengan pola Reversal. Berdasarkan harga tertinggi
dan harga terendah dalam suatu pola Consolidations, maka dapat dihitung
jarak kenaikan atau penurunan harga (PRICE OBJECTIVE)
ANALISA :
1. Perhatikan Trend sebelum pola
Consolidation terbentuk, kecenderungan harga setelah pola Consolidations
adalah cenderung melanjutkan Trend yang terjadi sebelumnya.
2. Buatlah garis Bantu (Support dan
Resistance Lines), karena pola juga merupakan hasil bentukan garis
bantu, maka cara analisa Support dan Resistance dapat digunakan dalam
kasus ini.
3 Bila pola-pola diatas terjadi, maka
lihatlah TREND HARGA yang terjadi sebelum pola tersebut terbentuk, bila
sebelumnya terjadi TREN UP ( naik ) maka kecenderungan harga masih
akan melanjutkan TREND seperti pada saat terbentuk pola seperti diatas.
5. GAP
GAP atau lompatan harga terjadi karena
permintaan/Demand dengan penawaran/Supply mengalami ketidakseimbangan
yang besar. GAP hanya bisa diamati pada BAR chart ataupun dengan
CANDLESTICK chart.
Cara analisa GAP:
6. OVER
Over atau kondisi dalam pererakan harga
merupakan awal dari suatu pola, baik Consolidation Pattern maupun
Reversal Pattern. Pada keadaan Over maka kondisi harga agak sulit
diperhitungkan. Cara analisa kondisi Over menggunkan indikator seperti
RSI, STOCKHASTIC SLOW, MACD, dan lain-lain. Suatu kondisi yang telah
mengalami kejenuhan beli disebut sebagai OVER BOUGHT, sedangkan suatu
kondisi yang telah mengalami kejenuhan jual disebut sebagai OVER SOLD.
ANALISA :
Melihat tingkat kejenuhan harga di dalam indicator menggunakan nilai parameter.
Harga mencapai nilai diatas 80 menunjukkan tingkat kejenuhan beli atau OVER BOUGHT.
Harga mencapai nilai dibawah 20 menunjukkan tingkat kejenuhan jual atau OVER SOLD.
OVER BOUGHT maupun OVER SOLD bukanlah saat
untuk pengambilan posisi, melainkan sinyal wait and see ( tunggu dulu
), jangan oreder BUY atau SELL.
7. PRICE OBJECTIVE
Price Objective atau sasaran nilai harga
setelah harga menembus garis/break line (Support/Resistance). Price
Objective juga merupakan jarak antara sewaktu harga menembus/break line
sampai nilai harga akhir perjalanan Trend (OBJECTIVE).
ANALISA :
Tunggu….jangan order dulu..
B. POLA PRUBAHAN ARAH (REVERSAL PATTERN)
Pola Reversal merupakan akhir dan juga awal perjalanan Trend. Bentuk pola Reversal adalah :
1. Dua puncak atas / double TOP
2. Dua tunjang Bawah / double bottom
3. Paku Tajam (V-SPIKE)
4. Head
4. Head and Shoulders
ANALISA pola Reversal:
1. Perhatikan Trend sebelum pola Reversal
terbentuk, kecenderungan harga setelah pola Reversal adalah berganti
arah Trend dari sebelumnya (BERBALIK ARAH )
2. Buatlah garis Bantu (Support dan
Ressistane Lines), karena pola ini juga merupakan hasil bentukan garis
Bantu, maka cara analisa Support dan Ressistance dapat digunakan dalam
kasus ini.
3. Anda dapat melihat pola reserval ini dengan menggunakan LINE CHART.
DASAR-DASAR FOREX
FOREX
atau yang lebih dikenal dengan Valuta Asing (Valas) adalah
perdagangan/transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara
terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar-pasar uang
utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan (mulai dari hari
Senin jam 5 pagi sampai dengan hari Sabtu Pk.5 pagi WIB/GMT+7)
Berdasarkan survey BIS (Bank International
for Settlement/Bank Sentral Dunia). Yang dilakukan pada akhir tahun
2004. nilai transaksi pasar forex mencapai lebih dari USD$1,4 Trilyun
per harinya. Dan di tahun 2006, nilai transaksi pasar forex telah
melebihi USD$2 Triliun per harinya.Sehingga dapat anda simpulkan bahwa
perdagangan forex adalah sangat bagus.Forex juga sangat sulit untuk
dapat dipermainkan pergerakan harganya oleh kalangan tertentu karena
perputaranya yang sangat besar tersebut.
Forex Trading adalah memperjualkan-belikan
mata uang yang satu terhadap mata uang yang lainnya. Dan biasanya
menggunakan mata uang yang umum di dunia seperti USD, JPY, GBR, EUR,
CHF, AUD dan lain -lain
Contoh:
- BUY GBP/USD yang artinya membeli mata uang poundsterling dan menjual mata uang USDollar
- BUY AUD/USD yang artinya membeli mata uang dolar Australia dan menjual mata uang US Dolar
- SELL GBP/JPY yang artinya menjual mata uang poudsterling dan membeli mata uang Jepang Yen
Pergerakan kurs mata uang di Forex dinamakan Point atau Pip.
Contoh:
Pergerakan Mata Uang GBP/USD dari 1.5050 ke 1.5150 berarti bergerak sebesar 100 pip.
Pergerakan Mata Uang USD/JPY dari 93.50 ke 93.75 berarti bergerak sebesar 25 pip.
CARA KERJA FOREX:
Di pasar valas (Forex) ini kita bisa
membeli ataupun menjual berbagai mata uang untuk mendapatkan keuntungan,
dan Trading Forex bersifat “2 Ways Opportunity”, yaitu kita bisa
meraih keuntungan dengan memanfaatkan order Buy ataupun Sell. Inilah
yang membedakan forex tradisional dan forex modern.
Jika kita meng-order dengan buy kemudian
harga kurs mata uangnya meningkat maka kita mendapatkan profit dan
begitu pula sebaliknya, jika sell maka bila harganya menurun maka kita
akan mendapatkan profit. Tetapi jika kita meng-order dengan buy dan
kemudian harganya menurun maka kita menderita loss (kerugian).
Profit ataupun loss jika tidak tutup
posisinya (disclose/diliquid) maka posisi order kita masih dianggap
mengambang (floating) atau belum direalisasikan sehingga dapat
memungkinkan terjadinya baik arah. Misalnya seorang trader memasang
perintah buy kemudian harganya menurun, tetapi masih belum ditutup
posisinya (belum diclose), maka trader tersebut menderita floating loss,
dan bila kemudian ternyata kurs kembali naik melebihi posisi semula
tadi maka trader tersebut akan mendapatkan floting profit, dan bila open
posisi yang floating profit tersebut ditutup (disclose) maka floating
profit tersebut barulah akan direalisasikan menjadi profit yang
sesungguhnya dan nyata.
PENTING :
Anda BUY jika mengharapkan kurs harganya menjadi naik untuk mendapatkan profit,
Anda SELL jika mengharapkan kurs harganya menjadi turun untuk mendapatkan profit.
SPREAD JUAL-BELI
Di Forex terdapat selisih perbedaan kurs
harga jual dan beli, dan hal ini dinamakan dengan spread. Harga Kurs
Jual (Bid) selalu lebih rendah daripada harga beli (Ask)
Contoh:
GBP/USD
Bid Ask
1.5115 1.5117
Bid = Jual Ask = Beli
Jadi 1.5117 – 1.5115 = 2, 2 inilah yang dinamakan spread.
NILAI PERGERAKAN per PIP:
Untuk trading forex yang terhadap US dollar
tersebut terdapat dua jenis currency utama yang umum diperdagangkan,
yaitu berjenis Direct dan Indirect.
Contoh:
Direct : GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dll (yang…/USD)
Indirect : USD/JPY, USD/CHF, dll (USD/…)
NILAI PER PIP-nya,yaitu:
Untuk mata uang yang direct :
Jika Anda trading dengan 1 lot,maka nilai per pipnya adalah 10 $
Jika Anda trading dengan 0.1 lot,maka nilai per pipnya adalah 1 $
Jika Anda trading dengan 0.01 lot,maka nilai per pipnya adalah 0.1 $
Untuk mata uang yang indirect :
Jika Anda trading dengan 1 lot,maka nilai per pipnya adalah 7-9 $
Jika Anda trading dengan 0.1 lot,maka nilai per pipnya adalah 0.7 $
MARGIN, LEVERAGE dan CONTRACT SIZE :
Bagaimana jika Saya Tidak memiliki Cukup Uang Untuk Membeli 10,000 GBP ?
Di Trading Forex jenis modern dikenal
dengan istilah Margin (jaminan), yang dimana maksud dari margin adalah
seperti daya ungkit anda atau Leverage.
Fungsi dari Margin dan Leverage ini dapat
membuat anda tidak perlu bermodalkan 10,000 USD dana untuk bisa membeli
10,000 USD tersebut, tetapi cukup dengan jaminan modal sebesar sekitar
100 USD saja maka anda sudah bisa bertransaksi di sejumlah 10,000 USD.
Contoh yang lain.
Anda ingin bertransaksi di mata uang
GBP/USD sebanyak $10,000. di Trading Forex modern anda tidak perlu
membutuhkan modal sebanyak $10,000 untuk bisa bertransaksi di jumlah
tersebut. Karena di Forex jenis modern ini anda bisa meminjam kepada
bursa sebanyak $10,000 untuk digunakan bertrading, dan untuk pinjaman
sebesar itu anda cukup memberikan jaminan sebanyak $100 (dengan 1 : 100 )
saja kepada bursa. Jadi ibaratnya seperti anda meminjam uang sebanyak
$10,000 tetapi anda cukup menjaminkan asset anda sejumlah $100 saja.
Dan bila nanti order anda tersebut sudah
selesai diclose maka margin (jaminan) tersebut akan dikembalikan ke
account portpolio anda lagi secara utuh.
Besarnya pinjaman tersebut (dalam contoh diatas yang $10,000) Disebut dengan istilah Contract Size atau Ouantity
CATATAN:
Semakin BESAR LOT>>semakin BESAR
margin>>>Juga semakin BESAR modal>>tentunya semakin
BESAR RESIKO, dan semakin BESAR juga HASIL
Semakin KECIL LOT>> semakin KECIL
margin>>> Juga semakin KECIL modal>>tentunya semakin
KECIL IIASIL, dan semakin KECIL juga RESIKO
PERHATIKAN
Perbedaan antar Leverage 1:500 dengan 1:100
adalah terletak pada BESAR KECILNYA MARGIN yang dibutuhkan untuk
setiap transaksi. Hal ini penting dipahami agar dapat menggunakan
margin dengna bijaksana dalam bertrading… gunakan MARGIN jangan lebih
dari 20% dari modal/equity yang dimiliki.
Pada umumnya leverage yang diberikan di
Trading Forex Modern yaitu 1:100 atau 1 : 500 atau dalam arti hanya
membutuhka l% sd 0.2% margin (jaminan) saja. Sehingga jika anda ingin
membeli USDollar terhadap Jepang Yen (USD/JPY) sebanyak $10,000, maka
anda cukup memberikan margin (jaminan) sebesar 1% nya saja dari $10,000
tersebut yaitu $100. Dan anda bisa bertrading seolah-olah anda membeli
bank note valas dengan modal $10,000 di bank atau money changer,
padahal sebenarnya anda cukup mengeluarkan modal jaminan $100.
Fungsi dari 1 : 100 tersebut seperti daya
ungkit anda yang bisa menaikkan kekuatan transaksi anda sampai sekitar
100x lipatnya, jadi semisal dengan margin $200 maka anda bisa
bertrading maximal di jumlah $200 x 100 : $20,000.
Saya ingin bertrading di kelipatan lebih dari 100x, bagaimana?
Di beberapa broker yang kami rekomendasikan
anda bisa bertrading dengan kelipatan hingga 500x lipatnya (leverage
1:500) yaitu artinya jika anda ingin bertrading maka anda cukup
menjaminkan sebanyak 0.2%nya dari jumlah yang ingin ditradingkanCara
menghitung margin dengan leverage
Contoh Real:
Anda akan trading dengan contract size 1000
$, bila anda menggunakan leverage 1 : 100, maka anda harus menyiapkan
Margin sebesar 10 $, namun jika anda menggunakan leverage 1 : 500, maka
anda cukup mengeluarkan jaminan ( margin ) 3 $ saja.
Pada umumnya 1 lot = quantity contract size
$100,000 (regular): dan 0.1 lot: quantity contract size $10,000
(mini): dan 0.01 lot : quantity contract size $1000
MARGIN CALL :
Margin Call yaitu suatu keadaan yang dimana
open posisi Anda sudah tidak memungkinkan untuk diteruskan lagi karena
cash equity Anda yang menipis, sehingga bisa mengakibatkan loss total.
Jangan sampai trading Anda mencapai Margin Call, oleh karena itu perhatikan ketahanan point Anda.!!!
PERHITUNGAN MARGIN CALL YANG UMUM:
Contoh:
Misalkan modal Anda adalah $1000 dan anda
melakukan order SELL 0.2 lot di GBP/USD, seperti contoh no.2 diatas.
Maka margin (jaminan) yang digunakan adalah $76 dan sisa modal balance
anda (cash equity) setelah dipotong oleh margin jaminan maka akan
menjadi $1000 - 76=$924.
Dan karena anda menggunakan 0.2 lot, maka
nilai pergerakan per pipnya adalah $2, dan dengan sisa modal yang
sebesn $924 tersebut maka anda akan sanggup menahan loss hingga 5924 :
$2 =462 point, sehingga bila loss anda melebihi tahanan tersebut (
minus 462 point ) maka open posisi anda akan otomatis diclose oleh
system, karena untuk menghindari cash equity balance anda menjadi
negative, dan ini dinamakan dengan terkena MARGIN CALL.?
KESIMPULAN: Margin call itu berarti jika
cash equity anda sampai turun ( akibat loss) dibawah margin yang
dijaminkan maka anda akan terkena margin call dan open posis anda akan
diclose secara paksa dan otomatis oleh system secara berurutan, dimulai
dari posisi yang paling tidak menguntungkan.
Anda juga tidak dapat order jika free
margin anda tidak mencukupi untuk quantity lot yang ingin anda order.
Oleh karena itu sesuaikan penggunaan lotnya dengan kekuatan modal dan
margin anda, dan perhitungkan pula aspek margin call.
Macam-Macam Perintah Order ( Order Type )
Di forex trading terdapat beberapa-tipe
perintah order untuk melaksanakan transaksi anda dan perintah order ini
dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
Instant Execution
Yaitu order yang dilaksanakan di saat itu
juga diharga sekarang di market ( running price Quote). Dan instant
execution terdiri dari perintah order buy dan sell di market.
Pending Order
Yaitu order yang akan terlaksana jika
menyentuh suatu titik harga tertentu (ibaratnya seperti membooking
posisi harga terlebih dahulu ).
BUY STOP
Memasang ( dengan membooking ) BUY
diatasnya harga yang sekarang sedang berjalan dengan harapan bila grafik
running price bergerak baik kesuatu titik tertentu dan dititik
tersebut akan otomatis terpasang BUY dengan harapan agar grafik dapat
bergerak naik lagi supaya mendapatkan Profit.
SELL STOP
Memasang (dengan membooking) SELL
Dibawahnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila
grafik running price bergerak turun ke suatu titik tertentu, dan di
titik tersebut akan otomatis dipasang Sell dengan harapan agar grafik
dapat bergerak turun lagi supaya profit.
BUY LIMIT
Memasang (dengan membooking) BUY dibawahnya
harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik
running price bergerak turun ke suatu titik tertentu, dan di titik
tersebut akan otomatis dipasang Buy- dengan harapan agar setelah itu
grafik dapat bergerak naik supaya profit.
SELL LIMIT
Memasang (dengan membooking) SELL Diatasnya
harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik
running price bergerak naik ke suatu titik tertentu, dan di titik
tersebut akan otomatis dipasang Sell dengan harapan agar setelah itu
grafik dapat bergerak turun supaya profit.
Disamping perintah-perintah order diatas, di Trading Forex juga terdapat istilah-istilah berikut untuk pelaksanaan order anda.
TAKE PROFIT (TP)
Yaitu untuk target profit anda
STOP LOSE (SL/STP)
Yaitu untuk menbatasi kerugian anda (cut loss)
SL sebaiknya dipasang di setiap order anda,
karena untuk membatasi kerugian anda agar tidak semakin terpuruk jika
open posisi anda terkena loss
TRAINLING STOP
yaitu suatu fasilitas yang dimana berguna
untuk melindungi profit anda dari kerugian dengan cara menaikkan
stop-lossnya setahap demi setahap secara otomatis.
Contoh trailing stop :
Anda melakukan order open BUY di GBP/USD
pada harga 1.8500 dan kemudian harga bergerak naik hingga ke 1.8530,
tetapi belum close karena anda ingin mendapatkan profit lebih maximal
lagi, sehingga untuk melindungi agar profit anda tersebut tidak berbalik
menjadi loss atau negative maka anda bisa men-set perintah Trailing
Stop ini,
Misalkan anda set Trailing Stopnya dengan
20 Pips, maka berarti stop loss anda akan diatur dijarak 20 pips dari
running yang sedang berjalan dan akan naik bertahap sesuai dengan
profit anda" yaitu kalau dalam contoh ini di angka 1.8510 (1.8530 - 20
pips), dan jika harga masih bergerak naik kearah 1.8570 maka stop-loss
anda akan naik juga ke 1.8500 (1.8570 - 20 pips), sehingga ketika harga
dari 1.8570 tersebut berbalik turun maka stop loss anda tidak akan
turun, dan kemudian jika turun terus dan menyentuh ke 1.8550 maka
posisi anda akan di-close otomatis dengan hasil profit 50 pips (1.3550 -
1.8500). Jadi dengan Trailing Stop maka profit anda bisa lebih
maksimal tanpa anda harus kuatir berbalik menjadi loss.
CATATAN:
Perintah transaksi diatas dapat anda
modifikasi ordernya secara mudah, yang dimana jika anda pengguna
software Meta Trader dapat anda modifikasi dengan cara klik kanan
diposisi order anda tersebut yang sudah terlaksana di menu terminal
bagian bawah), setelah itu pilih "modify order". Dan bila anda ingin
order posisi baru dapat menekan tombol F9 pada keyboard anda. Dan untuk
bantuan Help dapat menekan tobol Fl.
Grafik (Chart)
Di Trading Forex dilengkapi pula dengan
grafik pergerakan harga yang biasa disebut dengan Charting, dan untuk
Charting dapat pula dilengkapi dengan indicator-indicator yang dimana
berguna untuk analisis secara teknikal. (untuk pengguna software
MetaTrader dapat mengklik kanan mouse anda di posisi grafik untuk
memunculkan indicatornya)
Disamping itu grafik dapat pula diset
pembacaannya berdasarkan jeda waktu permenit, perjam, perhari,
perminggu, dan bahkan perbulan ( M1, M5, M15, M30, H1, H4,D1...)
Sehingga dapat anda gunakan untuk analisa anda secara historical maupun
acuan trading anda. Dan dengan grafik dapat mempermudah pembacaan
pergerakan harga dari tiap-tiap mata uang.
Bila anda pengguna software MetaTrader,
anda dapat memunculkan grafik dari mata uang yang anda inginkan dengan
cara klik kanan di quote harga mata uangnya (di menu window sebelah
kiri), setelah itu pilih Chart Window. Sedangkan untuk pengguna platform
lain silahkan menghubungi pihak vendor ataupun brokernya untuk
caranya.
ARTI PERGERAKAN GRAFIK
Untuk mata uang yang base currencynya USD (USD/JPY, USD/CHF, USD/...)
Bila grafiknya bergerak naik. hal tersebut
menunjukkan mata uang USD sebagai basenya sedang dalam keadaan menguat
dan mata uang pembandingnya (contoh: JPY, CHF) adalah kebalikannya
yaitu melemah, sehingga bila grafik USD/JPY bergerak naik itu berarti
mata uang Jepang yen sedang melemah terhadap USDollar dan USDollar
sedang menguat terhapad mata uang Jepang yen
Bila grafiknya bergerak turun, hal tersebut
menunjukkan mata uangUSD sebagai basenya sedang dalam keadaan melemah
dan mata uang pembandingnya (contoh JPY, CHF) adalah kebalikannya yaitu
menguat, sehingga bila USD/CHF bergerak turun itu berarti mata uang
Swiss Franc sedang menguat terhadap USDollar dan USDollar sedang
melemah terhap mata uang Swiss Franc.
Untuk mata uang yang base currecynya bukan USD(EUR/USD,GBP/USD)
Bila grafiknya bergerak naik hal tersebut
menunjukkan mata uang USD sedang dalam keadaan melemah dan mata uang
basenya (contoh: EU, GBP) adalah kebalikannya yaitu menguat, sehingga
bila grafik GBP/USD bergeraki naik itu berarti mata uang USDollar
sedang melemah terhadap Poundsterling, dan Poundsterling sedang menguat
terhadap USDollar.
Bila grafiknya bergerak turun hal tersebut
menunjukkan mata uang USD sedang dalam keadaan menguat dan mata uang
basenya (contoh: EUR, GBP) adalah kebalikannya yaitu melemah, sehingga
bila grafik EUR.USD bergerak turun itu berarti mata uang USDollar
sedang menguat terhadap Euro, dan Euro sedang melemah terhadap
USDollar.
BUNGA / Interest / Rollover SWAP/ Premium
Di Forex juga terdapat bunga (overnight
interest) bila open posisi anda sampai menginap lebih dari 1 hari
(melewati sekitar jam 4 pagi WIB (GMT +7)). Dan bunga di forex ada yang
positif dan ada pula yang negative. Bila anda terkena bunga positif
maka open posisi anda akan mendapatkan tambahan cash setiap harinya,
tetapi bila anda terkena bunga yang negative tersebut sampai open posisi
anda tersebut di-close. Di Broker yang kami rekomendasikan, Anda tidak
terkena SWAP.
Keterangan:
Bunga positif dan negative ditentukan dari
jenis transaksi anda (buy atau Sell) dan juga suku bunga dari mata uang
yang bersangkutan, sehingga jika terjadi perubahan suku bunga dari
suatu negara maka juga berakibat pada perubahan bunga overnight ini.
Tetapi bila adalah klien muslim, maka dibeberapa broker anda dapat
merequest untuk mendapatkan fasilitas bebas bunga overnight (Swap Free
Account).
Untuk perhitungan bunga overnight ini
silahkan anda menghubungi pihak perusahaan broker anda masing-masing
karena tiap-tiap perusahaan mempunyai aturan bunga yang berbeda-beda.
Tetapi jika anda pengguna platform software MetaTrader, maka anda dapat
melihat bunga-bunganya dengan cara berikut:
- Klik kanan di quote harga mata uang pada menu window sebelah kiri
- Pilih Symbol
- Pilihlah mata uang yang anda ingin anda lihat bunganya, setelah itu klik “Properti"
- Disana anda dapat melihat nilai bunganya
jika open posisi order anda sampai menginap, yaitu bunga untuk posisi
Buy (Long) berapa dan juga bunga untuk posisi Sell (Short) berapa. Dan
biasanya nilai bunga adalah dalam bentuk point.
Contoh:
Swap Type = in Points
Swap Long =0.63 (bunga positifuntuk posisi Buy dalam point per harinya)
Swap Short = -1.31 ( bunga negative untuk posisi Sell dalam point perharinya)
CATATAN : Bunga harus dikurskan ke USDollar terlebih dahulu.
Berdasar dari contoh diatas, jika open
posisi Buy anda menginap maka anda setiap harinya akan mendapatkan
tambahan extra +0.63 point di cash equity anda, sedangkan jika open
posisi Sell yang menginap akan mengurangi cash equity anda sebanyak
-1.31 point per harinya.Perlu diperhatikan bahwa hari sabtu, minggu dan
hari libur bunga tetap dihitung oleh karena itu harus anda perhatikan
perhitungannya. Dan bunga dihitung dari quantity contract size anda dan
bukan dari modal anda.
(1lot = quantity contract size $100,000 : 0.1 lot = quantity contract size $10,000)
(untuk perhitungan points silahlmn lihat cara perhitungan nilai per pip di bab atas)
ISTILAH-ISTILAH LAIN DI FOREX
Hectic/Fast Market:
Yaitu pergerakan market yang sangat
signifikan dan dapat menyebabkan harga bergerak sangat cepat dan terjadi
lompatan harga. Hal ini biasanya disebabkan oleh berita penting
ataupun hal-hal lain yang dapat menyebabkan pergerakanyang sangat
tinggi di bursa.
Titik Resistence:
Titik harga dimana harga akan sulit
menembus batas level atas tertentu, tetapi apabila titik ini tertembus
biasanya harga akan dapat melonjak naik lagi hingga menjumpai titik
resistence berikutnya,
Titik Support:
Titik ini dimana harga akan sulit menembus
batas level bawah tertentu, tetapi apabila titik ini tertembus biasanya
harga akan dapat mengalami penurunan lagi hingga menjumpai titik
support berikutnya.
Expert Advisor:
Yaitu suatu
fasilitas yang disediakan oleh Platform MetaTrader untuk dapat
melakukan suatu otomatic trading dengan menggunakan bahasa pemrograman (script) atau ROBOT.
Dan jika pengen berinvestasi di pasar modal dan belajar di pasar modal bisa kirim E-mail di
wahyudila77@gmail.com
No HP