Search This Blog

Thursday, December 27, 2012

Penghasilan Terus Mengalir Dari Usaha Kost-Kostan

kamar kos kosan 6 300x225 Penghasilan Terus Mengalir Dari Usaha Kost KostanBisnis kost-kostan memang cukup menjanjikan, terlebih di kota-kota pusat perdagangan atau di kota-kota pelajar dan industri. Sudah banyak yang merasakan bahwa penghasilannya terus mengalir dari usaha kost-kostan
Banyaknya pelajar mahasiswa dan pegawai yang berasal dari luar daerah menjadikan pemilik kost-kostan menikmati keuntungan darinya. Usaha ini dapat dijalankan hanya dengan memanfaatkan kamar dirumah yang tidak lagi dipakai atau berpenghuni.
Selain penghasilan yang terus mengalir setiap bulannya, sebagai usaha jangka panjang, pemilik kost-kostan bisa menikmati keuntungan dari terus naiknya nilai tanah.
Pengelolaan usaha kost-kostan ini juga tidak begitu rumit. Bila tidak mau repot mengurusi anak-anak kost, pemilik bisa mempekerjakan orang lain untuk pengelolaan tiap hari dan hanya melakukan kontrol dan pengecekan berkala saja.
Fasilitas & Pemasaran
Untuk fasilitas dari masing-masing usaha kost-kostan juga bermacam-macam. Ada yang dari mereka menyediakan fasilitas yang diisi dengan ranjang dan dilengkapi meja tulis, almari, kamar mandi dalam.
Bahkan untuk kost-kostan yang membidik pasar atas yakni anak-anak orang kaya, biasa dilengkapi dengan fasilitas alat pendingin ruangan juga telepon sendiri. Namun banyak juga yang menyediakan kamar kosongan untuk diisi sekehendak penyewa kamar.
Pemilik kost-kostan tak cukup hanya memasang plang “menerima kost” di depan pondokannya. Mereka harus aktif menjaring pasar. Caranya, bisa dengan menyebarkan selebaran penawaran atau brosur ke kampus-kampus, kantor-kantor atau warung-warung yang ramai dikunjungi. Bila perlu memberi iming-iming pada calon penyewa seperti gratis sewa satu bulan untuk penyewa yang membayar sewa enam bulan sekaligus.
Memberikan kelonggaran dalam waktu pembayaran dan mempertahankan harga lama bagi penghuni lama juga bisa dilakukan sebagai alternatif untuk memasarkan usaha kos-kosannya.
Lokasi, Pengelolaan & Harga Sewa
Lokasi kost-kostan yang pas juga perlu diperhatikan. Selain dekat dengan kampus atau tempat kerja, diusahakan memiliki akses yang mudah untuk ke daerah lain. Dengan demikian harga yang ditawarkan ke calon konsumen bisa tinggi.
Contohnya adalah kost-kostan “Dhiya Nisa”, yang berada di daerah Pugeran, Yogyakarta. Letak kost-kostan ini  berdekatan dengan beberapa kampus dan kantor pajak yang membuat kost-kostan ini tidak pernah kosong.
Saat ditemui tim bisnisukm, ibu Erna Zulianti, pemilik kost-kostan “Dhiya Nisa” bercerita banyak perihal usaha ini. Awalnya adalah keinginan untuk mendapatkan tambahan pemasukan selain dari penghasilan suaminya yang bekerja di perusahaan swasta. Dengan persetujuan suaminya akhirnya  mbak Erna, panggilan akrabnya, membangun beberapa kamar untuk dijadikan usaha kost-kostan.
Pengelolaan sepenuhnya ia lakukan sendiri dengan dibantu satu orang pembantu yang dipekerjakannya untuk membersihkan area kost-kostan sekaligus untuk menjaga keamanan kos.
Sebagian besar anak-anak kost yang tinggal di “Dhiya Nisa” adalah mahasiswa dan pegawai. Tarif yang dipasang untuk masing-masing kamar bervariasi. Mulai dari 150.000 sampai dengan 200.000 tergantung dari besarnya kamar yang disewa. Harga ini menurut pengakuan mbak Erna, belum termasuk uang listrik untuk penambahan perangkat seperti komputer, dispenser dan televisi.
Simulasi Keuntungan
Pemasukan
Sewa kamar rata-rata Rp. 200.000/bulan
Sewa 20 kamar kost = Rp. 200.000,00 x 20 x 12   = Rp. 48.000.000

Pengeluaran
Listrik dan air = Rp. 600.000 x 12              = Rp. 7.200.000
Gaji pegawai    = Rp. 500.000 x 12              = Rp. 6.000.000
Biaya perbaikan (cat, pompa air, keran air, dll)= Rp. 3.000.000
Total pengeluaran                               = Rp 16.200.000

Keuntungan bersih per tahun
Rp 48.000.000 - Rp 16.200.000                   = Rp 31.800.000
sumber gambar : Tim bisnisUKM

Contoh Proposal Usaha SPBU

 
 PENDAHULUAN
Krisis ekonomi yang berkepanjangan di Negeri ini telah berdampak langsung terhadap kegiatan ekonomi masyarakat Kita khususnya Masyarakat Pengusaha. Seringnya terjadi fluktuasi atau turun dan naiknya harga atas berbagai komoditas perdagangan ditambah tersendat-sendatnya suplay bahan baku mengakibatkan rusaknya mekanisme pasar mulai dari kegiatan produksi, kegiatan distribusi , hingga ritaeler belum lagi daya beli Masyarakat Konsumen yang semakin lemah karena tingginya tingkat kenaikan inflasi dan lain sebagainya dan hal ini telah berlangsung sangat lama sehingga situasi ini sangat menyulitkan kelangsungan hidup para Pengusaha Kita bahkan tidak sedikit yang tidak mampu bertahan sehingga harus menghentikan atau menutup unit Usaha yang telah ditekuninya selama bertahun-tahun dan hal ini tentu sangatlah disayangkan mengingat betapa sulitnya merintis sebuah unit Usaha.
Memetik pelajaran dari pengalaman tersebut diatas maka hendaknya Kita dapat mengambil hikmahnya yaitu dengan cara lebih selektif dalam berinvestasi terutama dalam memilih sektor Usaha yang akan Kita tekuni dan jenis komoditas perdaganganya.
SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum)
SPBU atau yang ditengah Masyarakat disebut juga dengan istilah POM Bensin merupakan unit Usaha Migas mitra PT.PERTAMINA dengan komoditas yang sangat strategis, kegiatan utamaya adalah menyalurkan atau menjual Bahan Bakar Minyak bersubsidi kepada Masyarakat umum khususnya untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan Rakyat/pribadi. Namun Sebagaimana Kita ketahui bahwa mekanisme perdagangan atas komoditas yang namanya Minyak dan Gas ini tidaklah sebebas komoditas perdagangan pada umumnya melainkan tata niaganya diatur oleh Undang-undang migas maka penyaluranyapun diatur sedemikian rupa sehingga dipisahkan antara Migas yang bersubsidi dengan Migas yang non subsidi yangmana SPBU ini khusus menyalurkan/melayani penjualan Bahan bakar minyak yang bersubsidi saja, sedangkan Bahan Bakar Minyak yang non subsidi yaitu untuk kebutuhan Industri atau kebutuhan komersial lainnya maka penyaluranya tidak dilayani oleh SPBU ini melainkan akan dilayani oleh unit Usaha Migas mitra PT.PERTAMINA lainya.
PROSPEK USAHA SPBU
Selain memiliki unit usaha sampingan seperti rumah makan,mini market,service station, kios Olie,dll maka unit Usaha SPBU ini komoditas utamanya adalah Bahan bakar minyak antara lain Pertamax, Solar dan Premium. Demikian strategisnya komoditas Migas ini bahkan merupakan kebutuhan yang sangat vital ditengah Masyarakat sehingga manakala komoditas yang satu ini mengalami keterlambatan suplay atau kelangkaan maka pasti akan terjadi kepanikan bahkan kekacauan ditengah Masyarakat. Oleh karena itu meskipun Komoditas jenis ini sering kali mengalami kenaikan harga yang disebabkan karena dikuranginya subsidi atau oleh faktor-faktor lain maka penyesuaian pasarnya relatif sangat cepat sehingga dalam waktu yang relatif singkat maka pemasaranyapun akan segera stabil/normal kembali bahkan kenyataanya dari waktu kewaktu kebutuhan minyak ini justru semakin meningkat seiring pertumbuhan jumlah kendaraan dan pertumbuhan ekonomi Masyarakat. Unit usaha SPBU ditunjang oleh perngkat digital yang cukup canggih,sisimatis dan terproteksi sehingga pengelolaannya menjadi sangat praktis dan aman, dimana Pengusaha cukup melihat dan membandingkan total angka meter yang terdapat pada mesin pompa/dispencernya saja bilamana ingin mengontrol persediaan/stock BBM sekaligus omzet penjualannya secara berkala/periodik bahkan bisa memanfaatkan system perangkat lunak/Computerisasi jarak jauh sehingga bisa diakses secara online setiap saat.
Jangkauan pasarnyapun sangat luas yaitu mencakup semua segment pasar dari sekment atas hingga sekment bawah sekaligus. Selain itu Unit Usaha ini tidak membutuhkan promosi yang berlebihan sehingga relatif lebih efisien dibanding sektor usaha dibidang lainnya. Oleh karena itu unit Usaha SPBU ini dapat menjadi alternatif/pilihan Investasi yang cukup baik dalam situasi ekonomi yang tidak menentu dewasa ini.
MEKANISME & PROVIT MARGIN
Mekanisme bisnis SPBU yaitu pihak Pengusaha/Pengelola SPBU harus terlebih dahulu melakukan pembayaran/penebusan Delivery Order(DO) ke PT PERTAMINA kemudian barulah Bahan Bakar Minyak(BBM) dikirim melalui Perusahaan transportir Rekanan PT PERTAMINA menuju SPBU dan proses ini biasanya memakan waktu antara 1(satu) hingga 3(tiga) hari sehingga ada baiknya pengelola SPBU dapat mengantisipasinya dengan menyiapkan cadangan BBM secukupnya agar intensitas penjualan tidak tersendat/terganggu. Adapun keuntungan unit Usaha SPBU ditentukan oleh perusahaan induknya PT PERTAMINA selaku franchiesor yaitu untuk SPBU Standard dengan provit margin Rp 180; (seratus delapan puluh rupiah) per liternya sedangkan untuk SPBU Way yang telah menerapkan program SPBU Pastipas maka Provit marginya adalah Rp 205;(dua ratus lima rupiah) per liternya. Sehingga untuk merencanakan prospeck usaha SPBU ini maka Pengusaha/calon Pengusaha SPBU perlu memilih lokasi yang strategis serta menyeleksi/merekrut Manager Pengelola dan tenaga pelayanan yang berpenampilan baik jujur dan terampil guna menunjang besaran volume omzet penjualan dengan demikian maka diharapkan terjadi percepatan BEP(Break Evet Point) yaitu nilai Investasi yang telah ditanamkan dapat segera kembali yangmana idealnya adalah kurang dari 5(lima) tahun sudah kembali modal. Dan sebagai gambaran umum dibawah ini Kami berikan ilustrasi Perhitungan Harga Pokok Penjualan unit Usaha SPBU dalam satu bulan (30 hari kerja) dengan asumsi omzet penjualan BBM 20(dua puluh) ton/hari belum termasuk pendapatan dari penjualan dan jasa lainya.

Perhitungan Harga Pokok Penjualan unit Usaha SPBU perbulan :

1.Penjualan BBM
Ø1.  Premium      300.000 lt x Rp 4500;           1.350.000.000;
Ø2.  Solar             300.000 lt x Rp 4.500;          1.350.000.000;+
Penjualan  BBM                                                       2.700.000.000;

2.Penebusan DO/Biaya Variable
Ø1 Premium        300.000 x Rp 4.295;               1.288.500.000;
Ø2 Solar               300.000 x Rp 4.295;               1.288.500.000; +
Biaya Variable                                                          2.577.000.000;

3.Biaya Operasional
Ø1 Gaji Karyawan 2 shif                                               6.500.000;
Ø2 Tunjangan                                                                     550.000;
Ø3 Askes/Astek                                                               1.300.000;
Ø4 Listrik+Air&Telp                                                      2.000.000;
Ø5 Penyusutan alat & gedung                                    5.000.000;
Ø6 Perawatan & sosial                                                    500.000; +
Biaya Tetap                                                                    15.850.000;+

TotalBiaya                                                                2.592.850.000;-
Laba bersih perbulan                                                107.150.000;
Laba bersih pertahun (sebelum Pph)               1.285.800.000;
Dengan asumsi perhitungan tersebut diatas maka bilamana seluruh dana yang di Investasikan untuk mendirikan unit Usaha SPBU adalah senilai  Rp 5.000.000.000; (lima milyar rupiah) maka dalam jangka waktu antara 4 (empat) tahun akan kembali modal atau terjadi BEP (Break Event Point).
PERSYARATAN
SPBU bisa diajukan atasnama perorangan, Koperasi berbadan hukum atau Perseroan Terbatas (PT) sedangkan SPPBE hanya bisa diajukan oleh Koperasi berbadan Hukum dan Perseroan Terbatas(PT) dengan persyaratan awal :
KTP yang masih berlaku.
Akta pendirian Perusahaan.
NPWP Badan Usaha (Nomor Pokok Wajib Pajak)
Surat tanah (Sertifikat Hak milik/Akta tanah)
Rekening koran.
Sedangkan persyaratan lainya berupa HO,IMB,SIUP,TDP,ijin peruntukan lahan,dll yang diterbitkan oleh Pemda setempat menyusul setelah turunya Surat rekomendasi dari PT PERTAMINA.

Thursday, December 13, 2012

Berikut daftar orang terkaya Indonesia yang masuk ke dalam daftar orang kaya Forbes:

146. R Budi Hartono (Djarum, BCA) 6,5 miliar dollar AS
157. Michael Hartono (Djarum, BCA) 6,3 miliar dollar AS
304. Low Tuck Kwong  (Bayan Resources) 3,6 miliar dollar AS
377. Martua Sitorus (Wilmar International) 3 miliar dollar AS
418. Sukanto Tanoto (Raja Garuda Mas) 2,8 miliar dollar AS
464. Peter Sondakh (Rajawali Group) 2,6 miliar dollar AS
578. Achmad Hamami & keluarga 2,2 miliar dollar AS
634. Sri Prakash Lohia (Indorama) 2 miliar dollar AS
634. Chairul Tanjung (CT Group) 2 miliar dollar AS
764. Kiki Barki (Harum Energy) 1,7 miliar dollar AS
854. Murdaya Poo (Central Cipta Murdaya) 1,5 miliar dollar AS
913. Edwin Soeryadjaya (Saratoga, Adaro) 1,4 miliar dollar AS
960. Tahir (Mayapada) 1,3 miliar dollar AS
960. Hary Tanoesoedibjo (Bhakti Investama, MNC) 1,3 miliar dollar AS
1015. Garibaldi Thohir (Adaro) 1,2 miliar dollar AS
1075. Theodore Rachmat (Adaro) 1,1 miliar dollar AS
1153. Djoko Susanto (Alfamart) 1 miliar dollar AS
 

Welcome In Blogger dp-media

Contoh Sliding Login Dengan JQuery

Disamping ini adalah contoh Sliding Login menggunakan JQuery. Login Form Disamping hanya Contoh dan tidak dapat digunakan layaknya Login Form FB, Karena Blog ini terbuka untuk umum tanpa perlu mendaftar menjadi Member

Tutorial Blog

Untuk membuatnya Silahkan : Klik Disini

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!